Pupuk kandang

Kandungan pupuk kandang

Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, baik berupa padatan (feces) yang bercampur sisa makanan, ataupun air kencing (urine). Walaupun demikian sepertinya orang-orang sepertinya enggan membicarakan pupuk kandang kotoran cair yang berupa urine ternak. Dalam hal ini mengumpulkan pupuk kandang kotoran padat memang jauh lebih praktis dibanding pupuk kandang yang berasal dari urin ternak. Padahal dari segi kadar haranya, pupuk kandang yang berupa urine jauh lebih tinggi dibanding pupuk kandang berupa feces.
Kadar hara kotoran ternak berbeda-beda karena masing-masing ternak mempunyai sifat khas tersendiri. Makanan masing-masing ternak berbeda-beda. Padahal makanan inilah yang menentukan kadar hara pupuk kandang. Jika makanan yang diberikan banyal mengandung hara N, P dan K maka kotorannyapun akan kaya dengan zat tersebut.
Selain jenis makanan usia ternak juga menentukan kadar hara dalam kotorannya. Ternak muda akan menghasilkan feses dan urine yang kadar harannya rendah terutama N, karena ternak muda memerlukan sangat banyak zat hara N dan beberapa macam mineral dalam pembentukan jaringan tubuhnya. berikut komposisi unsur hara kotoran dari berbagai jenis ternak.

Tidak mau repot dengan pupuk kandang ?

Pupuk organik cair CIREMAI

Ada kalanya anda tidak mau repot-repot mengumpulkan kotoran kambing atau kotoran hewan lainnya untuk membuat pupuk  organik dari kotoran hewan. Tidak masalah , Sekarang telah tersedia pupuk organik cair CIREMAI, yang terbuat dari Molasse, air kelapa dan berbagai macam rempah-rempah. Aromanya segar (seperti jamu) dan harganya sangat terjangkau. Anda hanya tinggal campur dengan air bersih sesuai takaran yang dianjurkan.

KAMI MEMBUKA KESEMPATAN BAGI ANDA UNTUK MENJADI AGEN DI SELURUH INDONESIA PEMESANAN HUBUNGI : 0812 6026 9556 ATAU EMAIL : haraprimaland@gmail.com

Kesempatan ini terbatas, segera hubungi kami untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail.Harga Rp 60.000/liter  ( DAPATKAN HARGA KHUSUS SEBAGAI AGEN)

 

KOMPOSISI UNSUR HARA KOTORAN DARI BERBAGAI JENIS TERNAK

Jenis Ternak Kadar Hara (%) Nitrogen Phospor Kalium air
Kuda
– Padat 0,55 0,30 0,40 75
– Cair 1,40 0,02 1,60 90

Sapi
– Padat 0,40 0,20 0,10 85
– Cair 1,00 0.50 1.50 92

Kerbau
– Padat 0,60 0,30 0,34 85
– Cair 1,00 0,15 1.50 92

Kambing
– Padat 0,60 0,30 0,17 60
– Cair 1,50 0,13 1,80 85

Domba
– Padat 0,75 0,50 0,45 60
– Cair 1,35 0,05 2,10 65

Ayam
– Padat 1,00 0,80 0,40 55
– Cair 1,00 0,80 0,40 55

Selain mengandung 3 unsur di atas pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara mikro yang sangat lengkap walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit. Perlu diingat sekali lagi bahwa makanan yang dimakan ternak dan umur ternak sangat berpengaruh terhadap kandungan hara yang ada pada kotoran.
Dan sebaiknya saat kita membicarakan pupuk kandang, janganlah kita terpatok pada kandungan haranya saja, namun lebih dari itu bahwa pupuk kandang mempunyai kelebihan lain yaitu semakin memperbanyak dan beragamnya bakteri positif tanah yang ada pada alahan kita, dimana bakteri tersebut sebagian adalah bakteri penambat N, P dan K sehingga secara tidak langsung bakteri-bakteri tersebut akan menyediakan unsur hara bagi tanaman itu sendiri, dan kelebihan lain yang didapat dari pupuk kandang dan pupuk organik lain yaitu kemampuannya untuk memperbaiki struktur tanah. Bisa dikatakan dengan menambahkan pupuk kandang dan pupuk organik lainnya kita mempunyai keuntungan: Memperbaiki sifat fisik tanah Memperbaiki sifat kimia tanah memperbaiki biologi tanah

 

Kambing organik - minum POC Ciremai

Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan. Cara beternak kambing sudah diajarkan oleh orang tua kita secara turun temurun, dan memelihara kambing tidak sulit Karen apakan cukup tersedia dialam negeri ini. Berbagai jenis tanaman dapat digunakan sebagai makanan kambing. Namun dalam melakukan cara beternak kambing yang baik harus memperhatikan makanan apa yang digemari kambing dan memberikan efek maksimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis daun-daunan yang cukup digemari opleh kambing antara lain daun turi, lamtoro dan nangka.

Siapkan secara khusus minuman air yang sudah dicampur dengan POC CIREMAI, dengan dosis 1 tutup botol / 5 liter air bersih. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nafsu makan kambing dan membantu proses pencernaan makanan agar lebih sempurna. Pupuk organik cair CIREMAI dibuat dari bahan-bahan alami yang bersih dan ramah lingkungan, sehingga aman untuk ternak.
Cara beternak kambing yang baik perlu tahu delapan ras kambing asli Indonesia

Hal lain yang perlu kita ketahui dalam menjalankan cara beternak kambing yang baik adalah, kita memastikan untuk mengetahui “ras kambing” yang akan kita ternakkan, hal ini bertujuan agar kita sudah mengetahui sejak awal perilaku, keuntungan dan kerugian beternak “ras kambing” tertentu sehingga kita bisa mengoptimalkan hasil dan meminimalkan resiko. adapun ra kambing ali Indonesia adalah :

  1. Kabing Marica
  2. Kambing Samosir
  3. Kambing Muara
  4. Kambing Kosta
  5. Kambing Gembrong
  6. Kambing Benggala
  7. Kambing Kacang
  8. Kambing Etawa

Beberapa jenis kambing di Indonesia tersebar di daerah kering dan berbukit atau daerah pegunungan, kambing adalah jenis hewan yang takut air, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi 2 type yaitu :

  1. Kambing potong (penghasilan daging)
  2. Kambing dwi fungsi (penghasil daging dan susu)

Berdasarkan tujuan pemeliharaan, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi dua yaitu :

  1. Kambing untuk pembibitan
  2. Kambing untuk penggemukan.

Beberapa jenis kambing yang telah dikenal oleh masyarakat umum adalah

  1. Kambing Kacang
  2. Kambing Peranakan Etawah (PE)

Kedua jenis kambing ini sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia, namun cara beternak kambing masing-masing jenis memiliki keistimewaan. Kambing kacang mempunyai keistimewaan dibandingkan kambing PE yaitu ber anak kembar dan jarak beranak yang lebih pendek.

Kambing Marica

Kambing Marica tersebar di propinsi sulawesi selatan, kambing  marica ini hampir mirip dengan kambing kacang, namun ada perbedaan yaitu penampilan tubuh lebih kecil dibandingan kambing kacang, telinga berdiri menghadap samping arah kedepan, tanduk relatif kecil dan pendek

Kambing Samosir

Kambing ini dipelihara secara turun temurun oleh penduduk yang tinggal di pulau samosir, ditengah danau toba, kabupaten samosir, propinsi sumatera utara.

Kambing Muara

Kambing  muara dijumpai di daerah kecamatan muara, kabupaten Tapanuli utara di propinsi sumatera utara. Penampilan gagah, tubuh kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan hitam. Bobot kambing muara lebih besar dibandingkan kambing kacang.

Kambing Kosta

Lokais penyebaran kambing kosta di sekitar jakarta dan propinsi banten, kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang kadang ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu pendek

Kambing Gembrong

Kambing gembrong tersebar di daerah kawasan timur pulau bali terutama di kabupaten karangasem, ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang, panjang bulu sekitar 15-25 cm,  bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm, kambing gembrong ini lebih kecil dari kambing PE namun lebih besar dari kambing kacang.

Kambing Benggala

Kambing benggala diduga merupakan hasil persilangan kambing black benggala dengan kambing kacang. Kambing ini tersebar di daerah sekitar pulau timor dan  pulau flores di propinsi nusa tenggara timur.

Kambing Kacang

Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Ciri-ciri kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher pendek, punggung meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60–65 cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 cm, bobot dewasa untuk betina rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg.

Kambing Peranakan Etawah (PE)

Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawah (asal India) dengan kambing Kacang. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Penampilannya mirip kambing Etawah, tetapi lebih kecil. Kambing PE merupakan kambing tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah). Peranakan yang penampilannya mirip kambing Kacang disebut Bligon atau Jawa randu yang merupakan tipe pedaging. (Pamungkas et al., 2009). Ciri-ciri Kambing PE: telinga panjang dan terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha panjang. Berat badan kambing PE jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi pundak 76-100 cm.

SEPULUH LANGKAH CARA BETERNAK KAMBING YANG BAIK

Cara betrenak kambing 1 ; Memilih bibit yang baik

Pejantan

Kondisi tubuh sehat, tubuh besar (sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan panjang, kaki lurus, tidak cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin tinggi, mudah ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal).

Betina

Kondisi tubuh sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, bulu bersih dan mengkilap, alat kelamin normal, mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), ambing (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan).

Cara beternak kambing 2 ; mengatur perkawinan kambing

Kambing telah dewasa kelamin dapat dikawinkan. Kambing dewasa kelamin umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya. Umur pertama kali dikawinkan 10–12 bulan untuk kambing betina, sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan.

Tanda-tanda birahi pada kambing betina ;

-   Gelisah

-   Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat.

-   Ekor digerak-gerakan.

-   Diam bila dinaiki oleh pejantan.

-   Nafsu makan berkurang.

Lama berahi sekitar 30 jam, sedangkan siklus birahi sekitar 17 hari.

Cara beternak kambing 3 ; mengetahui waktu untuk mengawinkan

Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan anatara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak.

Cara beternak kambing 4 ; menangani kelahiran dengan benar

Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, kambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun.

Cara beternak kambing 5 : Perawatan anak kambing

Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu, jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri.

Cara beternak kambing 6 : Menyusui

Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan

Cara beternak kambing 7 : Pendugaan umur

Umur kambing dapat diperkirakan dari gigi yang tumbuh :

-         Semua gigi belum permanen (umur kurang dari 1 tahun)

-         Satu pasang gigi permanen (umur 1-2 tahun)

-         Dua pasang gigi permanen (umur 2-3 tahun)

-         Tiga pasang gigi permanen (umur 3-4 tahun)

-         Seluruh gigi permanen (umur 4-5 tahun)

Cara beternak kambing 8 : Memberikan pakan yang baik

Pakan kambing secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa rumput alam, rumput yang dibudidayakan dan daun kacang-kacangan, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi.

Rumput merupakan sumber tenaga atau energi bagi ternak kambing. Jenis rumput yang umum diberikan ternak adalah rumput alam (rumput lapangan). Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara lain: rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea. Selain rumput, sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga atau energi antara lain: dedak padi, kulit dan daun singkong, daun pepaya, batang kangkung, daun jagung dan jerami padi. Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk pertumbuhan kambing antara lain: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, daun gamal, daun turi, daun lamtoro dan daun kaliandra.

Pakan hijauan: 10% dari berat badan Pakan konsentrat: 0,5 kg Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut:

a.   Kambing Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput

b.   Kambing yang akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput

c.   Kambing bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput

Mineral dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi tumbuh supaya tetap sehat. Garam dapur merupakan salah satu sumber mineral. Selain itu mineral yang lain dapat dibeli di toko pertanian.

Cara Pemberian

a.   Siapkan ruas bambu dengan panjang 40-50 cm, kemudian kupas kulit luarnya.

b.   Lubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya.

c.   Masukan garam dapur atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh.

d.   Masukkan air kurang lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi

garam atau mineral.

e.   Gantungkan bambu tersebut di dinding kandang.

Air minum dapat diberikan dengan wadah ember atau tempat yang bersih dan diberikan sepanjang hari.

Cara beternak kambing 9 : Mempersiapkan dan merawat kandang yang sehat

Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan  ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik.

Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk:

a.   Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang

dalam masa kebuntingan.

b.    Memudahkan dalam pemberian pakan.

c.    Menjaga keamanan ternak.

Ukuran Kandang

-    Anak: 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih)

-    Jantan dewasa: 1,2 X 1,2 m/ ekor

-    Dara/ Betina dewasa:1 X 1,2 m /ekor

-    Induk dan anak: 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak

Cara beternak kambing 10 :  Dapat mengenali penyakit dan tahu cara mengatasinya

Penyakit Cacingan

Penyebab

Penyakit cacingan pada kambing dapat disebabkan oleh cacing gilig, pipih dan cacing  pita.

Gejala

Kambing semakin kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek sampai mencret.

Penanganan

1.   Obat tradisional

a.   Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1

kg berat badan kambing, dicampur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari

sekali (jangan diberikan pada ternak bunting).

b.   Daun nanas segar dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan

kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan

diberikan pada ternak bunting).

2.    Obat pabrikan

Biasanya menggunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3

bulan sekali.

Pencegahan

a.   Jagalah kandang tetap bersih dan kering.

b.    Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat

kompos.

c.    Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan

berpindah-pindah).

d.     Jangan berikan rumput yang masih berembun.

e.      Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah.

Penyakit Kudis (Scabies/Kurap)

Penyebab

Parasit kulit (Sarcoptes sp)

Gejala

a.    Kulit merah dan menebal.

b.    Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding

kandang.

c.     Bulu rontok.

d.     Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher.

Penanganan

1.    Obat tradisional

a.    Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok

makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan, kemudian semua bahan

dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh.

b.     Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x

sehari sampai sembuh.

2.    Obat pabrikan

Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit).

Pencegahan

a.    Jauhkan kambing sakit dengan kambing sehat.

b.    Bersihkan kandang setiap hari, lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih kandang.

c.    Jagalah kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol  2%.

d.     Mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing.

Diare

Penyebab

Pakan berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa.

Gejala

a.    Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan.

b.    Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian.

c.    Bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran.

Penanganan

a.    Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat.

b.    Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam

2,5 liter air dingin yang sudah dimasak.

c.    Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter

hewan).

Pencegahan

a.    Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare.

b.    Jagalah kandang tetap bersih.

Keracunan

Penyebab

Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida.

Gejala

Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan

kematian mendadak.

Penanganan

a.    Berikan air kelapa.

b.    Berikan norit 2-3 tablet.

c.    Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan).

Pencegahan

a.    Jangan menggembalakan kambing di tempat yang banyak tanaman beracun.

b.    Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot

pestisida.

Kembung Perut

Penyebab

Gas yang ditimbulkan oleh makanan (rumput muda).

Gejala

Perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan.

Penanganan

Berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut

perut kambing.

Pencegahan

Jangan diberi rumput muda.

Cabe merah - pupuk organik cair Ciremai

Cabai adalah salah satu komoditas hasil pertanian yang bisa mengguncang dunia karena fluktuasi harganya – seperti halnya harga minyak dunia. Namun demikian cabai sangat familier dengan petani Indonesai, karena cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah dengan pH 5-6. Dibalik pesonnya itu, tanaman cabai sangat rentan masalah, diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur hara dalam tanah serta serangan hama dan penyakit.
CV. Anugerah Karya Makmur dengan produk Pupuk Organik Cair Ciremai terus berinovasi untuk membantu petani menyelesaikan masalah tersebut. Sasaran akhirnya adalah “tercapainya peningkatan hasil panen cabai minimal 30%, dengan kualitas tinggi dan harga yang menguntungkan, serta agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani Indonesia bisa tersenyum saat panen cabai.

Fase Pengolahan Lahan
Tahapan pengolahan lahan dalam budidaya cabai meliputi pembersihan lahan, pembajakan atau pencangkulan, dan pembuatan bedengan. Pembersihan lahan areal penanaman cabai terutama dilakukan terhadap gulma yang dapat menjadi inang hama dan penyakit dan meningkatkan kelembapan lahan. Pembersihan juga dilakukan terhadap tanaman keras yang dapat menghambat penetrasi sinar matahari. Pekerjaan ini dapat dilakukan secara manual jika luas lahan yang dikelola tidak terlalu luas, atau menggunakan traktor buldozer jika lahan relatif luas dan banyak tanaman tahunan.

Lahan yang telah selesai dibersihkan dapat langsung dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30 – 40 cm. Sewaktu dilakukan pencangkulan ini, rumput dan sisa tanaman lunak dapat dicampur sekaligus sehingga membusuk dan dapat menjadi pupuk. Tujuan pencangkulan adalah untuk mengubah struktur tanah menjadi lebih gembur atau remah sehingga akar tanaman akan lebih mudah menembus tanah untuk mengambil zat makanan.

Tanah yang selesai dicangkul sebaiknya dibiarkan selama dua minggu agar terjadi pertukaran udara dan membunuh patogen yang merugikan. Setelah itu dilakukan pembuatan bedengan dengan tujuan untuk mencegah akar tanaman tergenang air pada musim hujan, selain untuk memudahkan pengaturan jarak tanam. Bedengan dibuat dengan ukuran panjang 10 – 12 m dengan lebar 110 – 120 cm, tinggi minimal 50 cm. Jarak antar bedengan atau lebar parit yang ideal untuk penanaman cabai pada musim hujan adalah 75 – 100 cm dengan lajur bedengan menghadap ke arah Utara – Selatan.


Fase Persemaian / perlakuan bibit

Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar, dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram.

Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm, tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Sebelum dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 – 600 selama 15 – 30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag, maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater.

Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan.

Bahan media semai tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. Benih cabai hibrida yang telah direndam, disemaikan satu per satu sedalam 1,0 – 1,5 cm, lalu ditutup dengan tanah tipis.

Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu, maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari.

Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm, dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak.

Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu, namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 – 120 cm. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi, maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa.

Selama bibit di pesemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0,5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 – 15 hari, serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.

3. Fase pengelolaan tanaman

 

 

Pupuk organik cair ciremai

Pupuk organik cair CIREMAI Rp 60.000

Pada fase ini penyiraman dapat dilakukan dengan melakukan pengocoran langsung pada tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
Pemupukan dengan cara pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan campuran Pupuk organik cair Ciremai dengan air, dengan perbandingan campuran 1 tutup botol pupuk / 5 liter air ini di berikan umur 1 – 4 minggu, sedang pada umur 5-12 minggu dengan dosis 2 tutup botol pupuk / 5 liter air.

4. Fase pengendalian hama dn penyakit

Jenis hama dan penyakit yang menyerang dalam budidaya cabai merah serta cara penanganannya adalah sebagai berikut :

  • Kutu daun/Aphis , diatasi dengan : Curater diberikan pada umur 25 HST (1 gr/batang)

  • Hama Trips , diatai dengan : Lanate  2-5 EC , 2 cc/ ltr air

  • Tungau, diatasi dengan : Pagassus 500 SC, 2,5 cc/ ltr air

  • Antraknosa (Colleorchum capsici dan C. gloesporoides), diatasi dengan : Score 2 cc/ltr air Daconil 20 gr/lt air (intreval 5 hari sekali)

  • Penyakit bercak daun (Cercuspora capsici), diatasi dengan : Daconil 25 cc/ltr air (intreval 4 hari sekali)

  • Penyakit layu  (Fusarium oxysporum), diatasi dengan : Eradikasi (cabut dan bakar)


Pepaya - Pupuk organik cair Ciremai

(A)    Kebutuhan pupuk kimia yang biasa digunakan oleh petani untuk tanaman

          pepaya. Dari informasi yang didapat diketahui untuk menanam 400 pohon

pepaya membutuhkan 25 kg pupuk urea, 50 kg pupuk TSP,

dan 20 kg pupuk KCl.

(B)     Menghitung besarnya kandungan unsur hara yang diberikan pada tiap pohon,  yakni:

Urea per pohon = 25 kg / 400 pohon = 62,5 gram/pohon

TSP per pohon = 50 kg / 400 pohon = 125 gram/pohon

KCl per pohon = 20 kg / 400 pohon = 50 gram/pohon.

(C)     Menghitung besarnya unsur hara ( N, P dan K) dalam pupuk kimia.

-    Kadar N dalam urea : 46%, jadi N yang diberikan ke tanaman:

46% x 62,5 gram/pohon = 28,75 gram/pohon.

-    Kadar P dalam TSP : 48 % – 54%, jadi P yang diberikan ke tanaman:

50% x 125 gram/pohon = 62,5 gram/pohon.

-    Kadar K dalam KCl : 60 %, jadi K yang diberikan ke tanaman:

60% x 50 gr/pohon=30 gr/pohon.

(D)    Mengkonversi dan memformulasikan kandungan unsur hara dalam pupuk kimia  ke dalam pupuk organik. Setelah mengetahui kebutuhan hara (N, P dan K)  yang diperlukan pepaya, langkah selanjutnya adalah mencari besarnya kandungan unsur hara (N, P dan K) yang terdapat pada bahan-bahan penyusun pupuk organik  Pada dasarnya kebutuhan pupuk (NPK) untuk kecukupan perkembangan  pohon pepaya dapat disamakan dengan penggunaan Pupuk NPK (15.15.15) dengan dosis 1,5 kg/tanaman/tahun, rincian dosis pupuk yang lazim menurut umur tanaman muda adalah :

-          Umur 0 – 3 bulan : 20  gram/tanaman/bulan.

-          Umur 4 – 6 bulan : 50  gram/tanaman/bulan.

-          Umur > 7 bulan   : 100 gram/tanaman/bulan.

Kandungan NPK yang dibutuhkan oleh pepaya dewasa

Unsur N  28,75  gram/pohon/bulan

Unsur P  62,50  gram/pohon/bulan

Unsur K  30     gram/pohon/bulan

Gunakan Pupuk organik cair CIREWMAI

  • POC CIremai sangat baik untuk pepaya

    POC Ciremai adalah pupuk ion organik cair yang dibuat dari bahan organik yang mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro yang diperlukan tanaman.

  • POC Ciremai mengandung zat perangsang tumbuh (ZPT) yang dapat mempercepat pertumbuhan akar, batang, daun dan buah.
  • POC Ciremai mampu memperbaiki struktur tanah, karena mengandung  Organic Soil Treatment (OST) dan papaine, sehingga yanah menjadi remah dan subur.
  • POC Ciremai adalah pupuk ion organik cair yang mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap organisme pengganggu sekaligus sebagai antibiotik yang bersifat “repelen” (zat yang tidak disukai organisme pengganggu).
  • POC Ciremai dapat mengurangi pemakaian pupuk makro kimia (urea, TSP dan KCL) sampai dengan 75%.
  • POC Ciremai mengandung bakteri aktif positif yang mampu mempercepat perombakan bahan organik menjadi nutrisi yang siap diserap oleh tanaman.
  • POC Ciremai sangat praktis digunakan; campurkan 1 liter POC CIremai dengan 500 liter air – siap digunakan untuk melakukan pemupukan.

Pepaya - Pupuk organik cair Ciremai

Apa itu papain?

Banyak diantara kita hanya mengenal buah pepaya (Carica papaya L) sebagai makanan pelengkap atau pencuci mulut jika sudah masak. Paling jauh, orang mengenal getah pepaya yang bermanfaat untuk pelunak daging dan belum banyak yang tahu bahwa tumbuhan itu mengandung banyak manfaat dan khasiat.
Batang, daun, dan buah pepaya mengandung getah berwarna putih yang mengandung enzim pemecah protein atau proteolitik dan populer dengan sebutan papain. “Enzim ini banyak digunakan dalam berbagai kegiatan industri, seperti industri farmasi sebagai bahan obat, kosmetik, tekstil, penyamakan kulit dan lainnya.

Di antara getah batang, daun, dan buah,  getah yang berasal dari buah lah yang paling berkualitas. Papain dari batang dan daun hanya memiliki aktivitas proteolitik sekitar 200 MCU/ gram (g) sementara dari buahnya jauh lebih banyak, sekitar 400 MCU/g. Sedangkan produksi papain dari buah bisa mencapai sekitar 440 kg/tahun/ hektar.

Penggunaan enzim dalam berbagai kegiatan di Indonesia semakin meluas.  Sementara badan usaha yang memproduksi enzim tersebut masih sangat sedikit karena bahannya harus diimpor. Padahal, di mana pun tanaman pepaya di Tanah Air bisa tumbuh dengan baik.

Pupuk  organik Ciremai mengandung papain

Ada beberapa keuntungan dalam penggunaan enzim papain ini, yakni tidak bersifat toksik, tak ada reaksi samping, tak ada mengubah tekanan, suhu dan pH yang drastis, dan pada konsentrasi rendah sudah bisa berfungsi baik.

Manfaat papain

MANFAAT pertama papain adalah pelunak daging. Daging dari hewan tua dan bertekstur bisa menjadi lunak. Pada pH, suhu, dan kemurnian papain, daya pemecahan protein yang dimiliki papain dapat diintensifkan lebih jauh menjadi kegiatan hidrolisis protein. Harga produk itu saat ini sangat mahal. Papain juga banyak digunakan sebagai bahan aktif dalam preparat farmasi seperti obat gangguan pencernaan, dispesia, dan obat cacing. Dalam rangka pembedahan papain bisa digunakan sebagai obat pengendali oedema dan imflamasi.

Yang banyak digunakan saat ini adalah bahan aktif untuk krim, pembersih kulit muka. Sebab, papain bisa melarutkan sel-sel mati yang melekat pada kulit dan sukar terlepas secara fisik. Noda dan flek di wajah bisa dikikis oleh papain hingga menjadi mulus dan bersih. Papain pun bisa digunakan sebagai bahan pembuat pasta gigi, sebab bisa membersihkan sisa makanan apa saja yang melekat di gigi.

Manfaat lainnya adalah, bahan perenyah pada pembuatan kue kering seperti cracker, bahan penggumpal susu pada pembuatan keju, bahan pelarut glatin, dan bahan pencuci lensa.

Pada pembuatan bir yang diolah dengan cara fermentasi kecambah gandum dan jika didiamkan lama atau kondisi sekitarnya dingin, maka akan berubah menjadi keruh. Ini disebabkan dalam kecambah gandum terdapat senyawa polifenol-protein yang terbawa dalam bir akan terpisah dan mengendap, yakni berupa dispersi padatan yang sangat luas melayang di seluruh cairan bir.

Pektin juga dihasilkan dari buah pepaya tersebut. Industri makanan dan minuman telah menggunakan pektin sebagai bahan pemberi tekstur pada roti dan keju, bahan pengental dan stabilizer pada minuman sari buah, bahan pokok pembuatan jelly, jam, dan marmalade.

Sedang di industri farmasi, pektin digunakan sebagai emulsifier bagi preparat cair dan sirup, obat diare pada anak-anak, obat penawar racun logam, bahan penurun daya racun dan meningkatkan daya larut obat sulfa, memperpanjang kerja hormon dan antibiotika, bahan pelapis perban (pembalut luka) guna menyerap kotoran dan jaringan yang rusak serta bahan kosmetik, oral atau injeksi untuk mencegah pendarahan.

(Ada tiga kategori papain yang dibutuhkan pembeli di luar negeri, yakni papain kasar (crude papain), papain bersih (refined papain), dan papain murni (pure papain). Di pasaran Amerika Serikat kini telah ditetapkan spesifikasi mutu papain oleh Botanical Derivatives Catalogue. Artinya, jika mutunya tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, mereka tidak akan membeli. Dan, pada umumnya importir AS menyukai pengemasan dalam kantung plastik berisi gas nitrogen yang dimasukkan ke dalam kaleng. Sementara importir Inggris menyukai pengemasan dalam drum berlapis polietilen dengan kapasitas 20-25 kg. (Kompas )

Semangka - Pupuk organik cair Ciremai

Penyulaman
Penyulaman tanaman semangka sebaiknya dilakukan 3 – 5 hari setelah tanam.
Penyiangan
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena mengganggu pertumbuhan buah.
Perempelan
Dilakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang.
Pengairan dan Penyiraman
Pengairan melalui saluran diantara bedengan atau digembor dengan interval 4-6 hari. Volume pengairan tidak boleh berlebihan.
Pemupukan

Lakukan pemupukan dengan pupuk organik Ciremai dengan dosis 1 tutup botol dicampur dengan 5 liter air. Banyaknya air tergantung pada luas lahan dan banyaknya tanaman. Siramkan langsung pada pangkal akar tanaman untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif. Lakukan penyiraman dengan interval 1 minggu sekali.

Waktu pemupukan

Pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi (jam 06-09 pagi) atau sore (jam 15 – 18)

Pemeliharaan
Pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Semenjak calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidakmerataan terkena sinar matahari.

Budidaya durian - pupuk organik cair ciremai

1. Mengetahui Iklim yang cocok untuk budidaya durian

Budidaya durian  dapat dilakukan dengan optimal pada daerah rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Keadaan iklim basah, suhu udara antara 25o–32oC, kelembaban udara sekitar 50%-80%, dan intensitas cahaya matahari 45%-50%. Curah hujan yang ideal untuk tanaman durian adalah antara 1.500-2.500 mm per tahun yang merata sepanjang tahun.

2. Mengetahui Jenis Tanah yang cocok untuk budidaya durian

Lahan pertanaman yang paling cocok untuk budidaya durian harus memenuhi syarat seperti berikut :

a.Suplai air harus cukup

b.Terhindar dari banjir dan air menggenang

c.Aerasi dan drainasenya baik

d.pH tanahnya antara 5,5-6,5

e.Tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik

f.Lapisan solum cukup dalam atau lebih dari 150 cm

3. Lakukan Pembibitan dengan benar dalam budidaya durian

1. Perbanyakan Generatif

Langkah-langkah yang dilakukan pada pembibitan untuk budidaya durian secara generatif yaitu sebagai berikut.

a. Penanganan khusus Biji untuk budidaya durian

-Pilih biji durian dari buah yang matang di pohon dan bebas hama serta penyakit.

-Biji dibersihkan dari daging buah ataupun kotoran lainnya yang  menempel pada  biji dengan menggunakan air yang mengalir.

-Biji dikeringkan dengan cara mengangin-anginkannya di tempat teduh hingga kadar airnya berkurang.

b.Dalam budidaya durian perlu siapkan polibag  dan media semai

-Siapkan polibag dengan ukuran kira-kira 15 cm X 23 cm dan diberi lubang secukupnya di bagian samping dan bagian bawah.

-Isi polibag dengan media semai berupa campuran tanah subur, pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 1:1 atau 2:1, dengan sedikit sekam padi.

-Sebelum biji di tanam, polibag disiram air agar tidak terbentuk rongga didalamnya.

-Biji di tanam sedalam 2-4 cm dengan posisi mendatar atau bagian pangkalnya berada di bawah.

C.  Pemeliharaan Bibit untuk budidaya durian

-Bibit di dalam polibag disiram secara kontinu dua kali sehari, pada pagi hari dan sore harinya, terutama pada musim kemarau.

-Pemupukan bibit dengan jenis pupuk berupa NPK atau campuran Urea, TSP, dan KCl sebanyak 2-4 gram per bibit, tujuannya untuk menyuburkan pertumbuhan dilakukan tiap 1-3 bulan sekali.

-Baru bisa berbuah pada umur 7-15 tahun

2. Perbanyakan Vegetatif

a. Menempel (Okulasi) bibit budidaya durian

Cara menempel adalah sebagai berikut.

-Dengan menggunakan pisau yang bersih dan tajam, pada batang pokok dibuat torehan berbentuk huruf T.

-Dari batang lainnya diambil mata tunas yang akan ditempel.

-Mata tunas tersebut kemudian disispkan pada torehan batang pokok.

-Tepian luka pada batang pokok diolesi parafin dan diikat.

-Setelah 15-20 hari, tali ikatan dapat dibuka.

-Bila kulit tempelan telah bersatu dengan batang pokok dan mata tunas tumbuh, maka okulasi dikatakan berhasil.

b.Menyambung  (Enten) untuk budidaya durian

Cara menyembung adalah sebagai berikut.

-Bibit tanaman yang akan dijadikan batang pokok (tanaman A) dipotong lebih kurang 10 cm dari permukaan tanah dengan kemiringan potongan 45 derajat.

- Ranting tanaman sejenis yang berbuah bagus (tanaman B) juga dipotong dengan kemiringan 45 derajat. Ranting tanaman B harus mempunyai mata tunas.

-Kedua potongan diatas disambungkan dan diberi penyanggah  di samping kiri dan kanan bagian yang disambung.

-Kambium dari kedua potongan yang disambung diusahakan  tepat bertemu.

-Sambungan tersebut diikat dengan tali pengikat, kemudian jumlah daun dikurangi untuk mengurangi penguapan.

c. Mencangkok untuk bibit budidaya durian

Cara mencangkok adalah sebagai berikut.

-Cangkokan dibuat pada cabang batang yang tidak terlalu besar, kira-kira bergaris tengah 2,5 cm.

-Tidak jauh dari pangkal dahan, kulit batang dibuang menurut lingkaran batang sepanjang kira-kira 10 cm.

-Kambium dikikis dan dibersihkan, setelah terasa tidak licin, bagian kayu yang terbuka ditutup dengan tanah yang lembab.

-Tanah penutup dibungkus dengan ijuk, sabuk kelapa, atau  plastik dan diikat di kedua ujungnya.

-Tanah penutup tersebut harus selalu lembab sehingga perlu disiram secara teratur.

-Cangkokan berhasil bila tumbuh akar pada bagian atas luka. Apabila akar sudah cukup banyak, maka dahan dipotong kemudian ditanam.

4. Gunakan pupuk organik yang ramah lingkungan

Saatnya anda ikut ambil bagian dalam menyelamatkan bumi dan mendukung gerakan “Go Organic”. Gunakan Pupuk organik cair Ciremai dalam melakukan pemupukan pada tahap pembibitan atau pada tahap penanaman dan pertumbuhan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.