Arsip

Budidaya

Cabe merah - pupuk organik cair Ciremai

Cabai adalah salah satu komoditas hasil pertanian yang bisa mengguncang dunia karena fluktuasi harganya – seperti halnya harga minyak dunia. Namun demikian cabai sangat familier dengan petani Indonesai, karena cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah dengan pH 5-6. Dibalik pesonnya itu, tanaman cabai sangat rentan masalah, diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur hara dalam tanah serta serangan hama dan penyakit.
CV. Anugerah Karya Makmur dengan produk Pupuk Organik Cair Ciremai terus berinovasi untuk membantu petani menyelesaikan masalah tersebut. Sasaran akhirnya adalah “tercapainya peningkatan hasil panen cabai minimal 30%, dengan kualitas tinggi dan harga yang menguntungkan, serta agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani Indonesia bisa tersenyum saat panen cabai.

Fase Pengolahan Lahan
Tahapan pengolahan lahan dalam budidaya cabai meliputi pembersihan lahan, pembajakan atau pencangkulan, dan pembuatan bedengan. Pembersihan lahan areal penanaman cabai terutama dilakukan terhadap gulma yang dapat menjadi inang hama dan penyakit dan meningkatkan kelembapan lahan. Pembersihan juga dilakukan terhadap tanaman keras yang dapat menghambat penetrasi sinar matahari. Pekerjaan ini dapat dilakukan secara manual jika luas lahan yang dikelola tidak terlalu luas, atau menggunakan traktor buldozer jika lahan relatif luas dan banyak tanaman tahunan.

Lahan yang telah selesai dibersihkan dapat langsung dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30 – 40 cm. Sewaktu dilakukan pencangkulan ini, rumput dan sisa tanaman lunak dapat dicampur sekaligus sehingga membusuk dan dapat menjadi pupuk. Tujuan pencangkulan adalah untuk mengubah struktur tanah menjadi lebih gembur atau remah sehingga akar tanaman akan lebih mudah menembus tanah untuk mengambil zat makanan.

Tanah yang selesai dicangkul sebaiknya dibiarkan selama dua minggu agar terjadi pertukaran udara dan membunuh patogen yang merugikan. Setelah itu dilakukan pembuatan bedengan dengan tujuan untuk mencegah akar tanaman tergenang air pada musim hujan, selain untuk memudahkan pengaturan jarak tanam. Bedengan dibuat dengan ukuran panjang 10 – 12 m dengan lebar 110 – 120 cm, tinggi minimal 50 cm. Jarak antar bedengan atau lebar parit yang ideal untuk penanaman cabai pada musim hujan adalah 75 – 100 cm dengan lajur bedengan menghadap ke arah Utara – Selatan.


Fase Persemaian / perlakuan bibit

Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar, dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram.

Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm, tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Sebelum dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 – 600 selama 15 – 30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag, maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater.

Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan.

Bahan media semai tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. Benih cabai hibrida yang telah direndam, disemaikan satu per satu sedalam 1,0 – 1,5 cm, lalu ditutup dengan tanah tipis.

Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu, maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari.

Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm, dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak.

Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu, namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 – 120 cm. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi, maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa.

Selama bibit di pesemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0,5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 – 15 hari, serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.

3. Fase pengelolaan tanaman

 

 

Pupuk organik cair ciremai

Pupuk organik cair CIREMAI Rp 60.000

Pada fase ini penyiraman dapat dilakukan dengan melakukan pengocoran langsung pada tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
Pemupukan dengan cara pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan campuran Pupuk organik cair Ciremai dengan air, dengan perbandingan campuran 1 tutup botol pupuk / 5 liter air ini di berikan umur 1 – 4 minggu, sedang pada umur 5-12 minggu dengan dosis 2 tutup botol pupuk / 5 liter air.

4. Fase pengendalian hama dn penyakit

Jenis hama dan penyakit yang menyerang dalam budidaya cabai merah serta cara penanganannya adalah sebagai berikut :

  • Kutu daun/Aphis , diatasi dengan : Curater diberikan pada umur 25 HST (1 gr/batang)

  • Hama Trips , diatai dengan : Lanate  2-5 EC , 2 cc/ ltr air

  • Tungau, diatasi dengan : Pagassus 500 SC, 2,5 cc/ ltr air

  • Antraknosa (Colleorchum capsici dan C. gloesporoides), diatasi dengan : Score 2 cc/ltr air Daconil 20 gr/lt air (intreval 5 hari sekali)

  • Penyakit bercak daun (Cercuspora capsici), diatasi dengan : Daconil 25 cc/ltr air (intreval 4 hari sekali)

  • Penyakit layu  (Fusarium oxysporum), diatasi dengan : Eradikasi (cabut dan bakar)


Pepaya - Pupuk organik cair Ciremai

(A)    Kebutuhan pupuk kimia yang biasa digunakan oleh petani untuk tanaman

          pepaya. Dari informasi yang didapat diketahui untuk menanam 400 pohon

pepaya membutuhkan 25 kg pupuk urea, 50 kg pupuk TSP,

dan 20 kg pupuk KCl.

(B)     Menghitung besarnya kandungan unsur hara yang diberikan pada tiap pohon,  yakni:

Urea per pohon = 25 kg / 400 pohon = 62,5 gram/pohon

TSP per pohon = 50 kg / 400 pohon = 125 gram/pohon

KCl per pohon = 20 kg / 400 pohon = 50 gram/pohon.

(C)     Menghitung besarnya unsur hara ( N, P dan K) dalam pupuk kimia.

-    Kadar N dalam urea : 46%, jadi N yang diberikan ke tanaman:

46% x 62,5 gram/pohon = 28,75 gram/pohon.

-    Kadar P dalam TSP : 48 % – 54%, jadi P yang diberikan ke tanaman:

50% x 125 gram/pohon = 62,5 gram/pohon.

-    Kadar K dalam KCl : 60 %, jadi K yang diberikan ke tanaman:

60% x 50 gr/pohon=30 gr/pohon.

(D)    Mengkonversi dan memformulasikan kandungan unsur hara dalam pupuk kimia  ke dalam pupuk organik. Setelah mengetahui kebutuhan hara (N, P dan K)  yang diperlukan pepaya, langkah selanjutnya adalah mencari besarnya kandungan unsur hara (N, P dan K) yang terdapat pada bahan-bahan penyusun pupuk organik  Pada dasarnya kebutuhan pupuk (NPK) untuk kecukupan perkembangan  pohon pepaya dapat disamakan dengan penggunaan Pupuk NPK (15.15.15) dengan dosis 1,5 kg/tanaman/tahun, rincian dosis pupuk yang lazim menurut umur tanaman muda adalah :

-          Umur 0 – 3 bulan : 20  gram/tanaman/bulan.

-          Umur 4 – 6 bulan : 50  gram/tanaman/bulan.

-          Umur > 7 bulan   : 100 gram/tanaman/bulan.

Kandungan NPK yang dibutuhkan oleh pepaya dewasa

Unsur N  28,75  gram/pohon/bulan

Unsur P  62,50  gram/pohon/bulan

Unsur K  30     gram/pohon/bulan

Gunakan Pupuk organik cair CIREWMAI

  • POC CIremai sangat baik untuk pepaya

    POC Ciremai adalah pupuk ion organik cair yang dibuat dari bahan organik yang mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro yang diperlukan tanaman.

  • POC Ciremai mengandung zat perangsang tumbuh (ZPT) yang dapat mempercepat pertumbuhan akar, batang, daun dan buah.
  • POC Ciremai mampu memperbaiki struktur tanah, karena mengandung  Organic Soil Treatment (OST) dan papaine, sehingga yanah menjadi remah dan subur.
  • POC Ciremai adalah pupuk ion organik cair yang mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap organisme pengganggu sekaligus sebagai antibiotik yang bersifat “repelen” (zat yang tidak disukai organisme pengganggu).
  • POC Ciremai dapat mengurangi pemakaian pupuk makro kimia (urea, TSP dan KCL) sampai dengan 75%.
  • POC Ciremai mengandung bakteri aktif positif yang mampu mempercepat perombakan bahan organik menjadi nutrisi yang siap diserap oleh tanaman.
  • POC Ciremai sangat praktis digunakan; campurkan 1 liter POC CIremai dengan 500 liter air – siap digunakan untuk melakukan pemupukan.

Pepaya - Pupuk organik cair Ciremai

Apa itu papain?

Banyak diantara kita hanya mengenal buah pepaya (Carica papaya L) sebagai makanan pelengkap atau pencuci mulut jika sudah masak. Paling jauh, orang mengenal getah pepaya yang bermanfaat untuk pelunak daging dan belum banyak yang tahu bahwa tumbuhan itu mengandung banyak manfaat dan khasiat.
Batang, daun, dan buah pepaya mengandung getah berwarna putih yang mengandung enzim pemecah protein atau proteolitik dan populer dengan sebutan papain. “Enzim ini banyak digunakan dalam berbagai kegiatan industri, seperti industri farmasi sebagai bahan obat, kosmetik, tekstil, penyamakan kulit dan lainnya.

Di antara getah batang, daun, dan buah,  getah yang berasal dari buah lah yang paling berkualitas. Papain dari batang dan daun hanya memiliki aktivitas proteolitik sekitar 200 MCU/ gram (g) sementara dari buahnya jauh lebih banyak, sekitar 400 MCU/g. Sedangkan produksi papain dari buah bisa mencapai sekitar 440 kg/tahun/ hektar.

Penggunaan enzim dalam berbagai kegiatan di Indonesia semakin meluas.  Sementara badan usaha yang memproduksi enzim tersebut masih sangat sedikit karena bahannya harus diimpor. Padahal, di mana pun tanaman pepaya di Tanah Air bisa tumbuh dengan baik.

Pupuk  organik Ciremai mengandung papain

Ada beberapa keuntungan dalam penggunaan enzim papain ini, yakni tidak bersifat toksik, tak ada reaksi samping, tak ada mengubah tekanan, suhu dan pH yang drastis, dan pada konsentrasi rendah sudah bisa berfungsi baik.

Manfaat papain

MANFAAT pertama papain adalah pelunak daging. Daging dari hewan tua dan bertekstur bisa menjadi lunak. Pada pH, suhu, dan kemurnian papain, daya pemecahan protein yang dimiliki papain dapat diintensifkan lebih jauh menjadi kegiatan hidrolisis protein. Harga produk itu saat ini sangat mahal. Papain juga banyak digunakan sebagai bahan aktif dalam preparat farmasi seperti obat gangguan pencernaan, dispesia, dan obat cacing. Dalam rangka pembedahan papain bisa digunakan sebagai obat pengendali oedema dan imflamasi.

Yang banyak digunakan saat ini adalah bahan aktif untuk krim, pembersih kulit muka. Sebab, papain bisa melarutkan sel-sel mati yang melekat pada kulit dan sukar terlepas secara fisik. Noda dan flek di wajah bisa dikikis oleh papain hingga menjadi mulus dan bersih. Papain pun bisa digunakan sebagai bahan pembuat pasta gigi, sebab bisa membersihkan sisa makanan apa saja yang melekat di gigi.

Manfaat lainnya adalah, bahan perenyah pada pembuatan kue kering seperti cracker, bahan penggumpal susu pada pembuatan keju, bahan pelarut glatin, dan bahan pencuci lensa.

Pada pembuatan bir yang diolah dengan cara fermentasi kecambah gandum dan jika didiamkan lama atau kondisi sekitarnya dingin, maka akan berubah menjadi keruh. Ini disebabkan dalam kecambah gandum terdapat senyawa polifenol-protein yang terbawa dalam bir akan terpisah dan mengendap, yakni berupa dispersi padatan yang sangat luas melayang di seluruh cairan bir.

Pektin juga dihasilkan dari buah pepaya tersebut. Industri makanan dan minuman telah menggunakan pektin sebagai bahan pemberi tekstur pada roti dan keju, bahan pengental dan stabilizer pada minuman sari buah, bahan pokok pembuatan jelly, jam, dan marmalade.

Sedang di industri farmasi, pektin digunakan sebagai emulsifier bagi preparat cair dan sirup, obat diare pada anak-anak, obat penawar racun logam, bahan penurun daya racun dan meningkatkan daya larut obat sulfa, memperpanjang kerja hormon dan antibiotika, bahan pelapis perban (pembalut luka) guna menyerap kotoran dan jaringan yang rusak serta bahan kosmetik, oral atau injeksi untuk mencegah pendarahan.

(Ada tiga kategori papain yang dibutuhkan pembeli di luar negeri, yakni papain kasar (crude papain), papain bersih (refined papain), dan papain murni (pure papain). Di pasaran Amerika Serikat kini telah ditetapkan spesifikasi mutu papain oleh Botanical Derivatives Catalogue. Artinya, jika mutunya tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, mereka tidak akan membeli. Dan, pada umumnya importir AS menyukai pengemasan dalam kantung plastik berisi gas nitrogen yang dimasukkan ke dalam kaleng. Sementara importir Inggris menyukai pengemasan dalam drum berlapis polietilen dengan kapasitas 20-25 kg. (Kompas )

Semangka - Pupuk organik cair Ciremai

Penyulaman
Penyulaman tanaman semangka sebaiknya dilakukan 3 – 5 hari setelah tanam.
Penyiangan
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena mengganggu pertumbuhan buah.
Perempelan
Dilakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang.
Pengairan dan Penyiraman
Pengairan melalui saluran diantara bedengan atau digembor dengan interval 4-6 hari. Volume pengairan tidak boleh berlebihan.
Pemupukan

Lakukan pemupukan dengan pupuk organik Ciremai dengan dosis 1 tutup botol dicampur dengan 5 liter air. Banyaknya air tergantung pada luas lahan dan banyaknya tanaman. Siramkan langsung pada pangkal akar tanaman untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif. Lakukan penyiraman dengan interval 1 minggu sekali.

Waktu pemupukan

Pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi (jam 06-09 pagi) atau sore (jam 15 – 18)

Pemeliharaan
Pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Semenjak calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidakmerataan terkena sinar matahari.

Budidaya durian - pupuk organik cair ciremai

1. Mengetahui Iklim yang cocok untuk budidaya durian

Budidaya durian  dapat dilakukan dengan optimal pada daerah rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Keadaan iklim basah, suhu udara antara 25o–32oC, kelembaban udara sekitar 50%-80%, dan intensitas cahaya matahari 45%-50%. Curah hujan yang ideal untuk tanaman durian adalah antara 1.500-2.500 mm per tahun yang merata sepanjang tahun.

2. Mengetahui Jenis Tanah yang cocok untuk budidaya durian

Lahan pertanaman yang paling cocok untuk budidaya durian harus memenuhi syarat seperti berikut :

a.Suplai air harus cukup

b.Terhindar dari banjir dan air menggenang

c.Aerasi dan drainasenya baik

d.pH tanahnya antara 5,5-6,5

e.Tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik

f.Lapisan solum cukup dalam atau lebih dari 150 cm

3. Lakukan Pembibitan dengan benar dalam budidaya durian

1. Perbanyakan Generatif

Langkah-langkah yang dilakukan pada pembibitan untuk budidaya durian secara generatif yaitu sebagai berikut.

a. Penanganan khusus Biji untuk budidaya durian

-Pilih biji durian dari buah yang matang di pohon dan bebas hama serta penyakit.

-Biji dibersihkan dari daging buah ataupun kotoran lainnya yang  menempel pada  biji dengan menggunakan air yang mengalir.

-Biji dikeringkan dengan cara mengangin-anginkannya di tempat teduh hingga kadar airnya berkurang.

b.Dalam budidaya durian perlu siapkan polibag  dan media semai

-Siapkan polibag dengan ukuran kira-kira 15 cm X 23 cm dan diberi lubang secukupnya di bagian samping dan bagian bawah.

-Isi polibag dengan media semai berupa campuran tanah subur, pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 1:1 atau 2:1, dengan sedikit sekam padi.

-Sebelum biji di tanam, polibag disiram air agar tidak terbentuk rongga didalamnya.

-Biji di tanam sedalam 2-4 cm dengan posisi mendatar atau bagian pangkalnya berada di bawah.

C.  Pemeliharaan Bibit untuk budidaya durian

-Bibit di dalam polibag disiram secara kontinu dua kali sehari, pada pagi hari dan sore harinya, terutama pada musim kemarau.

-Pemupukan bibit dengan jenis pupuk berupa NPK atau campuran Urea, TSP, dan KCl sebanyak 2-4 gram per bibit, tujuannya untuk menyuburkan pertumbuhan dilakukan tiap 1-3 bulan sekali.

-Baru bisa berbuah pada umur 7-15 tahun

2. Perbanyakan Vegetatif

a. Menempel (Okulasi) bibit budidaya durian

Cara menempel adalah sebagai berikut.

-Dengan menggunakan pisau yang bersih dan tajam, pada batang pokok dibuat torehan berbentuk huruf T.

-Dari batang lainnya diambil mata tunas yang akan ditempel.

-Mata tunas tersebut kemudian disispkan pada torehan batang pokok.

-Tepian luka pada batang pokok diolesi parafin dan diikat.

-Setelah 15-20 hari, tali ikatan dapat dibuka.

-Bila kulit tempelan telah bersatu dengan batang pokok dan mata tunas tumbuh, maka okulasi dikatakan berhasil.

b.Menyambung  (Enten) untuk budidaya durian

Cara menyembung adalah sebagai berikut.

-Bibit tanaman yang akan dijadikan batang pokok (tanaman A) dipotong lebih kurang 10 cm dari permukaan tanah dengan kemiringan potongan 45 derajat.

- Ranting tanaman sejenis yang berbuah bagus (tanaman B) juga dipotong dengan kemiringan 45 derajat. Ranting tanaman B harus mempunyai mata tunas.

-Kedua potongan diatas disambungkan dan diberi penyanggah  di samping kiri dan kanan bagian yang disambung.

-Kambium dari kedua potongan yang disambung diusahakan  tepat bertemu.

-Sambungan tersebut diikat dengan tali pengikat, kemudian jumlah daun dikurangi untuk mengurangi penguapan.

c. Mencangkok untuk bibit budidaya durian

Cara mencangkok adalah sebagai berikut.

-Cangkokan dibuat pada cabang batang yang tidak terlalu besar, kira-kira bergaris tengah 2,5 cm.

-Tidak jauh dari pangkal dahan, kulit batang dibuang menurut lingkaran batang sepanjang kira-kira 10 cm.

-Kambium dikikis dan dibersihkan, setelah terasa tidak licin, bagian kayu yang terbuka ditutup dengan tanah yang lembab.

-Tanah penutup dibungkus dengan ijuk, sabuk kelapa, atau  plastik dan diikat di kedua ujungnya.

-Tanah penutup tersebut harus selalu lembab sehingga perlu disiram secara teratur.

-Cangkokan berhasil bila tumbuh akar pada bagian atas luka. Apabila akar sudah cukup banyak, maka dahan dipotong kemudian ditanam.

4. Gunakan pupuk organik yang ramah lingkungan

Saatnya anda ikut ambil bagian dalam menyelamatkan bumi dan mendukung gerakan “Go Organic”. Gunakan Pupuk organik cair Ciremai dalam melakukan pemupukan pada tahap pembibitan atau pada tahap penanaman dan pertumbuhan.

Panen padi - POC Ciremai

Angka-angka statistik produksi pertanian menunjukkan bahwa produksi gabah padi di seluruh wprilayah Indonesia rata-rata mencapai 4 – 5 ton/ha. Sementara itu di wilayah-wilayah tertentu produksi dengan perlakuan khusus produksi gabah padi bisa jauh melampaui angka itu. CV. Anugerah Karya Makmur terus berupaya membantu petani dan pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian dan mencapai swasembada pangan nasional.

SYARAT TUMBUH
Padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan temperatur
19-270C , memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 – 7.

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA PADI
A.Benih padi
Atur jarak tanam berkisar 25 cm x 25 cm, kebutuhan bibit per 1000 m2 sawah memerlukan 1,5 – 3 kg. Ukuran ideal benih padi yang disebarkan sekitar 50-60 gr/m2. Perbandingan luas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam adalah 3 : 100, atau 100 m2 sawah : 3,5 m2 pembibitan
B.Perendaman Benih Padi
Lakukan seleksi benih padi dengan cara merendam dalam air bersih yang sudah dicampur POC Ciremai. Benih padi yang mengambang dibuang. Benih padi direndam campuran POC Ciremai dengan air, dengan takaran dosis 1 tutup botol POC Ciremai untuk 5 liter air, direndam selama 6-12 jam. Kemudian tiriskan dan masukkan karung goni. Selanjutnya diperam menggunakan daun pisang atau dipendam di dalam tanah selama 1 – 2 malam hingga benih berkecambah serentak.
C.Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian benih padi
Pada tahap persemaian benih padi membutuhkan cukup air, lahan pembenihan diairi bertahap hingga air mencapai ketinggian 3 – 5 cm. Pada saat bibit berumur 7-10 hari dan 14-18 hari, sangat dianjurkan melakukan penyemprotan POC Ciremai dengan dosis 3 tutup botol POC Ciremai untuk  1 tangki air bersih (17 liter).
D. Pemindahan benih Padi
Bibit padi yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 15-21 hari, pada umur ini jumlah daun sekitar 6-7 helai, batang bagian bawah padi cukup besar dan kuat, pertumbuhan seragam, sehat dan tidak terserang hama / penyakit. Sangat dianjurkan melakukan pencelupan akar padi dalam larutan POC Ciremai dengan air dengan dosis 1 tutup botol POC Ciremai  untuk 5 liter air bersih. Ini bertujuan untuk membunuh bibit penyakit yang melekat pada akar padi serta untuk mencukupi kebutuhan makanan dan nutrisi pada saat padi mengalami banyak luka pada akar karena proses pencabutan.
F. Pemupukan padi
Pemupukan padi dengan pupuk organic cair Ciremai sangat baik dilakukan pada masa pra tanam, yaitu setelah tanah siap untuk ditanami disiramkan/disemprotkan campuran Pupuk organic cair Ciremai dengan dosis 10 tutup botol pupuk organic cair Ciremai untuk satu tangki /17 liter air. Sangat disarankan pada tahapan ini habiskan 2 liter Pupuk Organik Cair Ciremai untuk memperoleh hasil maksimal. Pemupukan padi selanjutnya dapat dilakukan pada 7 Hst, 15 Hst, 30 Hst, 45 Hst dan 60 Hst.

Anda akan mendapatkan hasil yang menakjubkan, karena padi lebih tahan terhadap serangan hama dan mampu meningkatkan hasil panen sampai dengan 50%.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.